(r)esensi buku & misc.

sebenarnya, blog ini lebih merupakan wadah saya curhat dan berbagi tentang buku-buku yang saya baca—juga tentang kecintaan saya pada buku secara keseluruhan. Selamat membaca! :D

free counters





2012 Reading Challenge

2012 Reading Challenge
Priska has read 4 books toward her goal of 30 books.
hide


Read the Printed Word!
Recent Tweets @skiedayo

First of all, Happy New Year 2011 everyone!

Pada kesempatan kali ini saya tidak membuat ulasan sebuah buku atau me-reblog postingan dari tumblr lain, tapi saya ingin meninjau kembali buku-buku apa sih yang udah dibaca setahun kemaren, buku apa aja berhasil gue baca dan tamatin dalam kurun waktu setaun, buku apa yang karena satu dan lain hal mandek di tengah jalan dan belum disambung lagi sampe sekarang, dan buku apa aka yang kebeli taun 2010 tapi belom sempet dibaca.

Omong-omong bacaan perkuliahan gue nggak masuk list-list dibawah ini.

Langsung aja cekidot :) 

Buku-buku yang berhasil gue baca tuntas tahun 2010:

  1. Oeroeg, Hella S. Haase (novel)
  2. Sang Pemimpi, Andrea hirata (novel)
  3. Winnetou I, Karl May (novel)
  4. Winnetou II, Karl May (novel)
  5. Putri Mia (Princess Mia), Meg Cabot (novel)
  6. Di Tepi Sungai Piedra, Aku Duduk dan Menangis (By the River Piedra I Sat Down and Cry) , Paulo Cuelho (novel)
  7. Istri Sang Penjelajah Waktu (The Time Traveler’s Wife), Audrey Niffenegger (novel)
  8. Istana yang Bergerak (Howl’s Moving Castle), Diana Wynne Jones (novel)
  9. Jalan (The Road), Cormac McCarthy (novel)
  10. Akkadia; Gerbang Sungai Tigris, R. D. Villam (novel)
  11. Awal yang Baru (Breaking Dawn), Stephenie Meyer (novel)
  12. Kisah Anak-anak Baudelaire 12: Bahaya Berlanjut (Penultimate Peril), Lemony Snicket (novel)
  13. Kisah Anak-anak Baudelaire 13: Tamat (The End), Lemony Snicket (Novel)
  14. Middlesex, Jeffrey Eugenides (novel)
  15. Pertanda-pertanda Baik (Good Omens), Neil Gaiman & Terry Pratchett (novel)
  16. A Little Princess, Francis Hodgson Burnett (novel)
  17. Bintik gatal (A Spot of Bother), Mark Haddon (novel)
  18. Rain Affair, Clara Canceriana (novel)
  19. Gurun Bercerita Cinta, Diyan Ratna (novel)
  20. Forgiven, Morra Quatro (novel)
  21. Travelers’ Tale, Adhitya Mulya dkk (novel)
  22. Percy Jackson and the Olympians 1: Pencuri Petir (The Lightning Thief), Rick Riordan (novel)
  23. Glam Girls Series: Unbelievable, Winna Effendi (novel)
  24. Glam Girls Seies: Outrageous, Moemoe Rizal (novel)
  25. Love, Stargirl, Jerri Spinelli (novel)
  26. The Great Gatsby, F. Scott Fitsgerald (novel)
  27. Madicken dan Lisabet, Astrid Lindgren (novel)
  28. xxxHolic 5, CLAMP (manga)
  29. xxxHolic 6, CLAMP (manga)
  30. xxxHolic 7, CLAMP (manga)
  31. xxxHolic 8, CLAMP (manga)
  32. xxxHolic 9, CLAMP (manga)

Buku-buku yang mandek di tengah jalan 2010:

  1. The Famished Road, Ben Okri
  2. Paris la nuit: Entre le souvenir et l’oubli (Paris di waktu malam : yang dikenang dan dilupakan); sajak-sajak Sitor Situmorang dalam bahasa Indonesia dan terjemahan bahasa Perancis , Sitor Situmorang
  3. Alice in Wonderland and Through the Looking Glass, Lewis Caroll

Buku-buku belian 2010 yang masih jadi ‘PR’ tahun 2011 (alias belum sempat dibaca):

  1. Maria, Vladimir Nabokov
  2. Anak-anak Totto-chan, Tetsuko Kuroyanagi
  3. The Secret Garden, Francess Hodgson Burnett
  4. The Phantom of the Opera, Gaston Leroux

Buku-buku 2010 in progress (alias sedang dibaca dan Insya Allah tamat 2011):

  1. Dunia Sophie, Jostein Gaarder
  2. Psikologi Sastra, Albertine Manderop

REFLEKSI DAN RESOLUSI:

Overall gue masih kurang puas dengan apa yang gua baca tahun 2010, baik secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kuantitatif, gue masih (dan kayaknya bakal terus) kesulitan nyempetin baca sesuatu di tengah-tengah sibuk ujian, banyak tugas, dan banyaknya kegiatan kampus. Di saat-saat kayak gini, tiap kali ke toko buku rasanya sengsara, tau-tau semakin banyak buku baru yang pengen gue beli padahal ga sempet-sempet baca :(. Akhirnya belakangan gue pake strategi ‘numpuk’ buku dulu selama waktu kuliah buat kemudian dibaca selama liburan, dan kayaknya cara ini lebih berhasil dibanding nekat baca di tengah segala kesibukan dan malah bikin nggak fokus kuliah. Secara kualitatif, gue kurang puas karena tipe bacaan gue belom banyak berkembang dari sebelum-sebelumnya: novel fiksi, masih suka baca novel fantasi, cerita anak-anak dan beberapa novel ‘light & crispy’, dan mayoritas masih karya pengarang luar.

Memang gue belom pernah bilang ya, tapi sebenarnya sejak awal tahun 2010 gue udah bikin Target Bacaan 2010 yaitu: Baca satu satu karya pengarang Indonesia setiap bulan. Padahal kayaknya simpel ya, but as you can see, targetnya nggak tercapai (salah satu faktor kekurangpuasan gue juga) meski udah ada peningkatan lho jumlah karya pengarang lokal yang gue baca sepanjang 2010. Dari lists diatas kurang lebih ada delapan, tujuh novel dan satu kumpulan puisi (meski kumpulan puisinya masuk list mandek alias stuck di tengah jalan—kayaknya gue kurang berjodoh sama puisi). Miris sih memang, sebelumnya bisa dibilang gue masih kurang ‘menghargai’ karya pengarang anak negeri, makanya gue berusaha mengubah hal ini.

Tahun 2010 juga gue mengalami apa yang gue sebut sebagai ‘fase Socrates’. Fase ini sebenarnya udah mulai gue rasakan sejak masuk kuliah, tapi semakin kerasa ‘santer’ belakangan ini. Awalnya gue mulai nggak merasa puas tiap kali baca bacaan tipe favorit gue kayak novel fantasi atau anak-anak. Entah kenapa rasanya selalu ada yang kurang; kurang menarik lah, endingnya nggak bagus, pesan moralnya kurang atau terlalu simpel, dsb. Kalo direnungkan sekarang, kayaknya ini gara-gara sejak kuliah gue jadi terbiasa sama buku-buku perkuliahan yang sifatnya lebih ‘ilmiah’. Perumpamaannya kayak orang Indonesia yang udah biasa banget makan nasi tiga kali sehari, disuruh ganti makan roti, kan rasanya kurang ‘nendang’, kurang kenyang; “kalo belom makan nasi namanya belom makan”, istilahnya.

Kemudian belakangan, dipengaruhi juga oleh sejumlah kejadian, gue menyadari betapa banyaknya orang-orang di sekitar gue yang sangat cerdas dan berwawasan luas, dan gue merasa bukan apa-apa dibanding mereka. Pengetahuan gue cetek, yang gue tau cuma baca novel doang, novel pun tipe ‘ecek-ecek’ macem cerita fantasi atau anak-anak, kurang atau bahkan nggak berbobot. Di titik inilah gue merasakan apa yang dirasakan Socrates, filsuf besar Yunani berabad-abad lalu. Salah satu ajaran dia yang terpenting adalah: orang yang paling bijaksana adalah orang yang tahu bahwa dia tidak tahu. Ada orang yang merasa mereka udah tahu macam-macam hal, tapi sebenarnya nggak tahu apa-apa. Socrates sebaliknya: dia merasa dirinya nggak tahu apa-apa, dan dia merasa terganggu karenanya. Perasaan ini memacu dia buat terus belajar, dan pengetahuan itu nggak ada habisnya jadi manusia selayaknya akan selalu haus pengetahuan; ingin tahu lagi, lagi dan lagi.

Begitu pun gue. Terpacu sama orang-orang cerdas di sekitar gue, diri gue merasakan semacam desakan “gue harus lebih cerdas, gue harus lebih cerdas”. Memang orang-orang yang gue anggap cerdas itu sangat ahli di satu bidang, yang gue ragu gue bakal unggul di bidang yang sama yang sebenarnya nggak terlalu gue minati. Tapi ilmu kan luas, kawan. Gue mungkin kurang berminat di satu bidang, tapi gue bisa memperdalam di bidang lain yang gue minati. Makanya bersyukur banget juga sekarang lagi liburan semester, kalo biasanya pas kuliah gue nggak sempet baca apapun selain yang berhubungan sama perkuliahan, sekarang gue punya banyaakk waktu luang buat melakukan apapun yang gue mau, termasuk baca apapun yang mau gue baca. Makanya gue mencoba membaca beberapa jenis bacaan baru yang (gue harapkan) lebih serius, dan mengisi otak gue dengan sesuatu yang bermanfaat dan mencerdaskan. Gue pasti bakal tetep suka baca novel, karena dari dulu udah suka, tapi gue juga mencoba mengarahkan ke tipe novel yang lebih serius, misalnya belakangan ini gue tertarik sama karya-karya klasik dunia yang lagi banyak diterjemahin ke Bahasa.

Mengingat dan menimbang hal-hal tersebut diatas, gue dengan ini memutuskan:

RESOLUSI BACAAN TAHUN 2011 gue adalah: 

1. membaca minimal empat buku NONFIKSI, sangat dianjurkan lebih

2. ngelanjutin resolusi taun lalu, baca minimal empat buku karya PENGARANG INDONESIA yang bukan dari genre metropop atau teenlit atau fantasi, sangat dianjurkan lebih

3. mengurangi konsumsi novel:

  1. fantasi yang ‘latahan’ Harry Potter atau Twilight atau The Lord of the RIngs, apalagi yang serialnya panjang dan di negara asalnya aja belom tamat
  2. apapun yang lebih mengutamakan alur dibandingkan muatan isi cerita

4. memperbanyak konsumsi novel KLASIK dan novel-novel yang udah secara formal diakui bagus baik nasional maupun internasional (misalnya menang Pulitzer atau Man Booker Prize, sekedar embel-embel ‘Bestseller’ nggak termasuk)

5. Sebelum beli novel selalu riset dulu dari internet buku itu bagus atau nggak (banyak lho blog-blog review buku bagus yang gue terinspirasi dari mereka :-) )

6. Setiap setelah selesai baca satu buku, BIKIN ULASANNYA DAN POSTING DI BLOG INI :)

Gue harap keenam poin diatas nggak terlalu memberatkan dan bisa gue jalani dengan baik setahun kedepan. Semoga setahun kedepan kita semua membaca sesuatu yang lebih mencerdaskan bukannya membodohi, semoga kita semakin menuju generasi yang selektif memilih bacaan yang cerdas dan bermanfaat.

Semoga semangat ini nggak pernah padam selama setahun kedepan dan seterusnya. Amin.

Sekali lagi Selamat Tahun Baru 2011!

  1. essenscymo-books posted this